Ketika KTP Berubah Fungsi


Saya sangat yakin bahkan sangat yakin sekali, dua kali, tiga kali hingga berkali-kali, kalo KTP itu sama dengan Kartu Tanda Penduduk dan ini merupakan sebuah realita dan fakta yang tidak bisa disangkal kebenarannya.

Sesuai dengan namanya yaitu Kartu Tanda Penduduk, maka fungsi utama KTP adalah sebagai tanda pengenal guna menunjukan identitas dan alamat sesorang.

Namun seiring berjalannya waktu fungsi KTP banyak mengalami perubahan mengikuti perkembangan jaman dan trend mode yang ada.

Bukan hanya sebagai kartu identitas tapi bisa juga dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah dan sudah diakui keampuhannya

Hal seperti ini sudah biasa terjadi, ya namanya juga manusia tempatnya lupa dan khilaf, jadi sudah biasa kalo ada orang tampangnya keren yang hobi jajan di warung giliran bayar, ninggal KTP.

Sekali lagi hal ini terjadi karena lupa dan khilaf.

Bukan karena ndak punya duit, tapi karena lupa bawa duit, meskipun ada juga yang memang benar-benar ndak punya duit, tapi pura-pura lupa.

Pernah saya mengalaminya sendiri, kejadian yang disebabkan karena perkara lupa dan khilaf.

Jadi ceritanya begini

"Disuatu senja dimusim yang lalu
ketika itu hujan rintik"

Anggap saja waktu itu sedang gerimis, saya bersama teman saya, sebut saja namanya Mas Domeri ingat lho ...! sekali lagi ini nama samaran, bukan nama sebenarnya.

Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, saya memutuskan untuk berteduh di sebuah warung kecil sambil menghangatkan diri menikmati Secangkir Kopi dan gorengan.

Untung yang jualan bukan Widuri.

Setelah menghabiskan secangkir kopi beserta jajarannya, maksudnya gorengannya, berhubung cuaca sudah tidak ekstrim, saya berniat meninggalkan warung dan kembali melanjutkan perjalanan.

Dan ndilalah waktu itu kebetulan lupa dan khilaf menghampiri saya, saya lupa kalo saya ndak bawa dompet alias ndak bawa duit, begitu juga teman saya mas Domeri, yang waktu itu juga tak kalah khilafnya.

Lha wong dia juga lupa kalo dia ndak punya duit, cuma bawa dompetnya saja.

Setelah terjadi proses negosiasi yang cukup alot, akhirnya tercapai sebuah kesepakatan, untuk sementara KTP mas Domeri dijadikan sebagai jaminan, kemudian saya melanjutkan perjalanan.

Sambil berlalu teman saya berucap pecen bener omonge wagiman, yen KTP iso dadi alat pembayaran yang sah dan diterima dimana saja disaat kondisi darurat.

Bener dengkulmu sempal, iki mergo kowe lungo kesusu dadi lali ora nggowo duit kata saya kepada Domeri.

Sebenarnya kejadian seperti ini bukan hanya terjadi sekali atau dua kali dalam kehidupan nyata, tapi bisa terjadi berkali-kali dan bisa menimpa siapa saja.

Lagi-lagi dikarenakan perkara lupa dan khilaf.

Kejadian seperti cerita diatas terulang lagi dan saya alami kembali, cuma posisinya sekarang agak berebeda, karena sekarang giliran saya yang ditinggali KTP.

Waktu itu ada pasien yang lupa tidak bawa duit untuk membayar ongkos tambal ban dan akhirnya dia menawarkan untuk meninggalkan KTPnya.

Saya maklum namanya juga lupa dan khilaf, akhirnya saya terima KTPnya, lha wong saya juga pernah melakukannya je.

Tapi ada juga pasien saya yang lupa tidak bawa duit ketika menambal ban di tempat saya, dan akhirnya membayar ongkos tambal ban dengan KTP.

Mungkin karena saking lupanya, sampai benar-benar menjadi khilaf, kalo dia masih ninggal KTP ditempat saya, padahal KTPnya baru 5 tahun ditempat saya dan belum juga diambil sampai sekarang.

Sekali lagi saya maklumi, karena saya yakin kalo dia pasti sedang khilaf.




14 komentar:

  1. Tapi kalau KTP elektrik dijamin orangnya akan mengambil lagi. Tapi jika KTP lawas, kadang orang yang punya merelakan saja.
    Tahu sendiri kan, sekarang membuat KTP susahnya kayak ampun.
    Dan saya Alhamdulillah belum pernah, biasaya hape yang menjadi jaminan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain ktp, hp juga merupakan barang yang sering dijadikan jaminan

      Hapus
  2. KTP saya malah belon selesai sampai sekarang..hhddeecchh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang ngurus sedang lupa atau khilaf mas

      Hapus
  3. Saya juga pernah mengalami hal yang seperti ini, tapi dulu..udah lama banget...waktu baru-baru merantau..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang banyak yang mengalaminya mas

      Hapus
  4. Selain KTP, HP juga bisa menjadi alat pembayaran yang sah (sementara) ini saya alami dengan kostumer tempat saya bekerja, orang cetak foto lupa bawa uang dan dompet akhirnya ninggalin HP sebagai jaminan dan bayar kembali dengan uang kes setelah dia pulang ke rumahnya untuk mengambil uang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena sekarang sudah jarang yang mau menerima KTP jadi diganti dengan Hp mas

      Hapus
  5. Kalau saya mikir dulu ngasih jaminan KTP solanya buatnya susah banget dan kemana mana saya malah cuma bawa copy nya saja maklum KTP penting banget buat publisher adsense kalau ga ada ktp asli nggak bisa diambil gajinya melalui kantor pos

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin kalo dijadikan jaminan cuma sebentar tidak masalah mas, kalo pas kebetulan kondisinya darurat, tapi semoga saja tidak mengalaminya

      Hapus
  6. Jangan dianggap remeh bang ktp sekarang ud berlaku selamanya lho.. jadi simpan baik2 ya ktpnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. KTP sekarang sangat berharga, karena semakin sulit buatnya

      Hapus
  7. Sekarang KTP udah multifungsi banget, seharusnya nih pemerintah canangkan 1 kartu buat semua data jadi gampang diakomodir.

    Dulu saya juga gitu mas,sering lupabawa uang jadinya sering nitipin KTP di penjualnnya. Untungnya tuh KTP gak pernah hilang dan sampe sekarang selalu jadi kartu andalan kalau lupa bawa uang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KTP memang banyak digunakan sebagai alat pembayaran saat kita khilaf tidak membawa uang

      Hapus

Ketika KTP Berubah Fungsi